Ini Dia Dalilnya Larangan Puasa Pada Hari Idul Adha dan Hari Tasyriq
Ini Dia Dalilnya Larangan Puasa Pada Hari Idul Adha dan Hari Tasyriq
Diantara dalil dalilnya adalah sebagai berikut ;
1. Dari 'Aisyah Radhiyallahu 'anha berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang untuk berpuasa di hari hari tasyriq. Beliau bersabda :
هي أيام أكل وشرب وذكرالله
"Hari hari tasyriq adalah hari untuk makan, minum dan berdzikir kepada Allah"
2. Dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh imam Muslim dari jalur sahabat Nubaisyah al Hadzaly beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda ;
أيام منى أيام أكل وشرب وذكرالله عز وجل
"Hari mina adalah harinya untuk makan, minum, dan dzikir kepada Allah 'Azza wa jalla"
Dan telah ketahui bahwa yang dimaksud dengan hari mina adalah hari dimana para jamaah haji mabit (bermalam) dimina. Yaitu pada tanggal 11, 12, 13 Dzulhijjah (Hari Tasyriq).
3. Dalam riwayat Imam Ahmad disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda ;
من كان صائماً فليفطر فإنها أيام أكل و شرب
"Barangsiapa yang berpuasa (pada hari2 tasyriq) maka hendaklah ia membatalkan puasanya. Karena sungguh hari hari itu adalah hari makan dan minum"
4. Imam Ahmad Rahimahullah berkata, telah diceritakan oleh waki, oleh musa bin 'ali dari bapaknya sungguh aku mendengar 'Uqbah bin 'amir berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda ;
يوم عرفة ويوم النحر و أيام التشريق عيدنا أهل الإسلام، وهي أيام الأكل والشرب
"Hari Arafah (9 Dzulhijjah) hari kurban (Iedul Adha 10 Dzulhijjah) dan hari hari tasyriq (11,12,13 Dzulhijjah) adalah hari raya kita kaum muslimin, yaitu hari hari untuk makan dan minum"
Ummat Islam dilarang untuk berpuasa pada hari Iedul Adha dan hari hari tasyriq.
Dalam kitab shahih al bukhori dari riwayat 'Aisyah dan ibnu 'Umar radhiyallahu 'anhuma disebutkan ;
لم يرخص في أيام التشريق أن يصمن، إلا لمن لا يجد الهدي
"Tidak ada keringanan bagi mereka (Jamaah Haji) untuk berpuasa di hari hari tasyriq, kecuali bagi siapa saja yang tidak menemukan al hadyu (binatang sesembelihan atau tidak mampu"
(HR. Bukhori no ; 1997)
Wallahu ta'ala a'la wa a'lam.
1. Tafsir al Qur'an al 'Adhim lil hafidz abil fida' 'Ismail ibnu 'Umar ibnu katsir al Qurosyiyi ad dimasyqiyyi Rahimahullah. Tahqiq Dr Saami bin Muhammad as Salamah Hafidzahullah. Jilid 1, cetakan dar thoibah. 1432 H / 2011 M, Riyadh.
2. Tabshir an naasik bi ahkam al manasik ala dhoui al kitab wa as Sunnah wa al ma'tsur 'an ash shohabah. Karangan Syaikh Abdul Muhsin ibn hamd al 'abbad al badr Hafidzahullah ta'ala. Cetakan Fahrasah maktabah al malik fahd al wathaniyah atsna' an nasyr. 1433 H / 2013 M, Riyadh.
Ditulis dipenghujung malam. Akhukum fillah Afza Fajri Khatami Masyhadi @Afkm_
___________________________
Madinah | Kamis 10 Dzulhijjah 1436 H / 24 September 2015 M.
Jangan lupa untuk turut menyebarkan kebaikan dengan membagikan link Larangan Puasa Pada Hari Iedul Adha dan Hari Tasyriq ini ke Facebook, Twitter, dan Google+ Anda. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Anda semua
1. Dari 'Aisyah Radhiyallahu 'anha berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang untuk berpuasa di hari hari tasyriq. Beliau bersabda :
هي أيام أكل وشرب وذكرالله
"Hari hari tasyriq adalah hari untuk makan, minum dan berdzikir kepada Allah"
2. Dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh imam Muslim dari jalur sahabat Nubaisyah al Hadzaly beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda ;
أيام منى أيام أكل وشرب وذكرالله عز وجل
"Hari mina adalah harinya untuk makan, minum, dan dzikir kepada Allah 'Azza wa jalla"
Dan telah ketahui bahwa yang dimaksud dengan hari mina adalah hari dimana para jamaah haji mabit (bermalam) dimina. Yaitu pada tanggal 11, 12, 13 Dzulhijjah (Hari Tasyriq).
3. Dalam riwayat Imam Ahmad disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda ;
من كان صائماً فليفطر فإنها أيام أكل و شرب
"Barangsiapa yang berpuasa (pada hari2 tasyriq) maka hendaklah ia membatalkan puasanya. Karena sungguh hari hari itu adalah hari makan dan minum"
4. Imam Ahmad Rahimahullah berkata, telah diceritakan oleh waki, oleh musa bin 'ali dari bapaknya sungguh aku mendengar 'Uqbah bin 'amir berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda ;
يوم عرفة ويوم النحر و أيام التشريق عيدنا أهل الإسلام، وهي أيام الأكل والشرب
"Hari Arafah (9 Dzulhijjah) hari kurban (Iedul Adha 10 Dzulhijjah) dan hari hari tasyriq (11,12,13 Dzulhijjah) adalah hari raya kita kaum muslimin, yaitu hari hari untuk makan dan minum"
Di Kecualikan Kepada ....
Ummat Islam dilarang untuk berpuasa pada hari Iedul Adha dan hari hari tasyriq.
Kecuali bagi mereka yang sedang melaksanakan ibadah haji dan tidak mampu untuk membayar Hadyu (Binatang sesembelihan bagi haji tamattu' & Qiran) atau bagi mereka yang membayar dam (denda).
Maka pada hari hari tasyriq inilah mereka dapat berpuasa, selain di hari hari haji sebelumnya. Dalam al Qur'an Allah ta'ala berfirman ;
فمن لم يجد فصيام ثلاثة أيام في الحج وسبعة إذا رجعتم. تلك عشرة كاملة
"Tetapi bagi siapa saja yang tidak menemukan (binatang sesembelihan atau tidak mampu), maka baginya wajib untuk berpuasa 3 hari dalam masa haji dan 7 hari apabila kalian telah pulang kembali. Itulah bilangan 10 (hari) yang sempurna"
فمن لم يجد فصيام ثلاثة أيام في الحج وسبعة إذا رجعتم. تلك عشرة كاملة
"Tetapi bagi siapa saja yang tidak menemukan (binatang sesembelihan atau tidak mampu), maka baginya wajib untuk berpuasa 3 hari dalam masa haji dan 7 hari apabila kalian telah pulang kembali. Itulah bilangan 10 (hari) yang sempurna"
Dalam kitab shahih al bukhori dari riwayat 'Aisyah dan ibnu 'Umar radhiyallahu 'anhuma disebutkan ;
لم يرخص في أيام التشريق أن يصمن، إلا لمن لا يجد الهدي
"Tidak ada keringanan bagi mereka (Jamaah Haji) untuk berpuasa di hari hari tasyriq, kecuali bagi siapa saja yang tidak menemukan al hadyu (binatang sesembelihan atau tidak mampu"
(HR. Bukhori no ; 1997)
Wallahu ta'ala a'la wa a'lam.
Referensi ;
1. Tafsir al Qur'an al 'Adhim lil hafidz abil fida' 'Ismail ibnu 'Umar ibnu katsir al Qurosyiyi ad dimasyqiyyi Rahimahullah. Tahqiq Dr Saami bin Muhammad as Salamah Hafidzahullah. Jilid 1, cetakan dar thoibah. 1432 H / 2011 M, Riyadh.
2. Tabshir an naasik bi ahkam al manasik ala dhoui al kitab wa as Sunnah wa al ma'tsur 'an ash shohabah. Karangan Syaikh Abdul Muhsin ibn hamd al 'abbad al badr Hafidzahullah ta'ala. Cetakan Fahrasah maktabah al malik fahd al wathaniyah atsna' an nasyr. 1433 H / 2013 M, Riyadh.
Ditulis dipenghujung malam. Akhukum fillah Afza Fajri Khatami Masyhadi @Afkm_
___________________________
Madinah | Kamis 10 Dzulhijjah 1436 H / 24 September 2015 M.
Jangan lupa untuk turut menyebarkan kebaikan dengan membagikan link Larangan Puasa Pada Hari Iedul Adha dan Hari Tasyriq ini ke Facebook, Twitter, dan Google+ Anda. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Anda semua
Ini Dia Dalilnya Larangan Puasa Pada Hari Idul Adha dan Hari Tasyriq
Reviewed by Pangandaran
on
18:57
Rating:
Reviewed by Pangandaran
on
18:57
Rating:


ouh begitu ya gan dalilnya , terimakasih ..
ReplyDelete