Hukum Seputar Dukun Atau Para Tidak Normal
Hukum Seputar Dukun Atau Para Tidak Normal - Pangandaran Share
Alhamdulillah wash shalatu was salaamu ‘alaa Rasulillah, Kaum muslimin yg mudah-mudahan selalu dirahmati Allah, ada yg sempat mendengar istilah dukun putih? Ya, itulah realita di tengah-tengah penduduk kita. Para dai-dai syaitan waktu ini telah beralihpenanmpilan. Tak berpakaian serba hitam & kumal, tak lagi bersama dupa & kemenyan. Tetapi sekarang ini telah bersorban, berdasi, bahkan berpeci & memegang tasbih sebagaimana ustadz & kiyai.Namun waspadalah! Mereka yaitu para dukun yg cuma beralih tampilan biar enteng menipu manusia.
“Barangsiapa mendatangi ‘arraaf (dukun & sejenisnya) lalu tanya kepadanya berkenaan sesuatu, maka tak di terima shalatnya tatkala 40 hri.” (HR. Muslim)
Al Baghawi rahimahullah mengemukakan,” ‘Arraf yaitu orang yg mengaku-ngaku mengetahui sebuah perkara lewat cara-cara tertentu, yg darinya dirinya mengaku mengetahui lokasi barang yg dicuri atau hilang.”
Syaikhul Islam rahimahullah menyampaikan, “ ‘Arraf yaitu nama buat dukun, ahli nujum, tukang ramal, & sebangsa mereka yg mengaku mengetahui perkara ghaib secara seperti ini.”
Apabila seorang mendatangi dukun cuma buat sekedar tanya (tidak dengan membenarkannya), sehingga haram hukumnya, sama seperti sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barangsiapa mendatangi ‘arraaf (peramal, paranormal, dukun, & sejenisnya) lalu bertanya kepadanya menyangkut sesuatu, sehingga tak di terima shalatnya selama 40 hri.” (HR. Muslim)
Adanya ancaman bagi orang yg tanya pada dukun & sejenisnya menunjukkan haramnya aksi tersebut, sebab hukuman cuma diberikan terhadap orang yg lakukan tindakan haram.
Bila seorang mendatangi dukun kemudian tanya berkenaan satu buah masalah juga ia membenarkan apa yg dikatakan oleh dukun tersebut & menjadikan perkataannya sbg acuan, sehingga ini satu buah kekufuran sebab membenarkan perkataan si dukun dalam perkara ghaib & wujud pendustaan kepada Al Qur’an, karena Allah Ta’ala berfirman (yg artinya), “Katakanlah : “tidak ada seorangpun di langit & di bumi yg mengetahui perkara yg ghaib, kecuali Allah”, & mereka tak mengetahui apabila mereka bakal dibangkitkan.” (QS. An Naml : 65)
Seandainya seorang mendatangi dukun & tanya dalam rangka inginmengujinya, apakah beliau benar atau dusta. Faktor ini tak kenapa & tak termasuk juga orang yg diancam dalam hadits di atas.
Perihal ini sempat dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dimana dia tanya terhadap Ibnu Shayyad, “Apa yg saya sembunyikan buatmu?” Ibnu Shayyad bicara, “Ad dukh (asap)”. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bicara, “Diam anda! Anda tak lebih dari seseorang dukun.” (HR. Bukhari & Muslim)
Apabila satu orang mendatangi dukun dulu tanya bersama maksud membongkar kedustaan & kelemahannya. Faktor ini dianjurkan, bahkan sanggup jadi wajib hukumnya tepat kondisi
(saksikan Al Qoulul Mufiid Syarhu Kitaabit Tauhid karya Syaikh Ibnu ‘Utsaimin)
Termasuk Juga mendatangi dukun yakni membaca ramalan-ramalan zodiak yg ada terhadap majalah, koran, Televisi, & fasilitas yang lain. Hukumnya pula sama seperti mendatangi dukun dgn speksama seperti diterangkan Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah. Sehingga telah sepatutnya kita mesti berhati-hati sebab banyak sekali perihal seperti ini di lingkungan kita.
Satu masalah lain yg tak lepas dari dunia perdukunan merupakan sihir. sangat banyak orang yg tertipu sebab ketidak tahuannya. Dirinya menganggapnya karamah sama seperti yg diberikan terhadapwali-wali Allah, malah nyatanya itu ialah sihir-sihir yg dilakukan oleh wali-wali syetan.
Satu Orang pakar bahasa Arab, Al Azhariy menyampaikan, “Sihir yaitu satu buah aksi yg mampu mendekatkan seorang kepada syaitan & mendapati bantuannya.” (Lisanul ‘Arab, 4/348)
Dalam kamus bahasa arab disebutkan pun bahwa sihir yakni sesuatu yg halus wujudnya & tidak tampak. (Al Mu’jam Al Wasith, 1/419)
Ibnu Qudamah medefinisikan sihir dengan cara syari’at, “Sihir yakni jimat, jampi, atau lafazh yg diucapkan atau ditulis, atau sebuah aksi yg berpengaruh terhadap orang yg menjadi sasaran, baik fisiknya, hatinya, atau akalnya tidak dengan kontak cepat. Sihir itu sanggup membunuh, menciptakan sakit, mencegah seseorang suami dari menggauli istrinya sampai menceraikannya, mempengaruhi cinta mereka atau membuatnya saling benci.” (Al Mughni, 10/104)
(saksikan Sharimul Battar fit Tashaddiy Lissaharatil Asyrar karya Syaikh Wahid Badan Intelijen Negara ‘Abdussalam Baali)
Allah Ta’ala berfirman (yg artinya), “…dan sesungguhnya mereka sudah mengetahui bahwa barangsiapa yg menukarnya (kitab Allah) dgn sihir itu, tidaklah ada keuntungan baginya di akhirat.” (QS. Al Baqarah : 102)
Sihir yakni tindakan haram sebagai salah satu dari aksi yg sanggup menyebabkan pelakunya ke luar dari agama Islam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam suatu hadits sempat menerangkan bahwa sihir yaitu salah satu dari tujuh perkara yg akan membinasakan pelakunya.
Tujuh perkara tersebut ialah, “(1) Syirik terhadap Allah,(2) sihir,(3) membunuh jiwa yg diharamkan oleh Allah kecuali bersama dikarenakan yg dibenarkan,(4) memakan riba, (5) memakan harta anak yatim,(6) lari dari medan perang, &(7) menuduh perempuan mukminah baik-baik sudah berzina.” (HR. Bukhari & Muslim)
tidak mau ada seseorang dukun & tukang sihir serta kecuali dirinya mengaku mengetahui perkara ghaib & menunjukkan perkara-perkara yg di luar kapabilitas manusia biasa. Mereka menamakan diri mereka denagn paranormal, padahal hakikatnya mereka yakni “ora normal / para tidak Normal.”
Jangan lupa untuk turut menyebarkan kebaikan dengan membagikan link
Apa itu dukun & peramal?
“Barangsiapa mendatangi ‘arraaf (dukun & sejenisnya) lalu tanya kepadanya berkenaan sesuatu, maka tak di terima shalatnya tatkala 40 hri.” (HR. Muslim)
Al Baghawi rahimahullah mengemukakan,” ‘Arraf yaitu orang yg mengaku-ngaku mengetahui sebuah perkara lewat cara-cara tertentu, yg darinya dirinya mengaku mengetahui lokasi barang yg dicuri atau hilang.”
Syaikhul Islam rahimahullah menyampaikan, “ ‘Arraf yaitu nama buat dukun, ahli nujum, tukang ramal, & sebangsa mereka yg mengaku mengetahui perkara ghaib secara seperti ini.”
Hukum mendatangi Dukun / Peramal Atau Para Tidak Normal
Apabila seorang mendatangi dukun cuma buat sekedar tanya (tidak dengan membenarkannya), sehingga haram hukumnya, sama seperti sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barangsiapa mendatangi ‘arraaf (peramal, paranormal, dukun, & sejenisnya) lalu bertanya kepadanya menyangkut sesuatu, sehingga tak di terima shalatnya selama 40 hri.” (HR. Muslim)
Adanya ancaman bagi orang yg tanya pada dukun & sejenisnya menunjukkan haramnya aksi tersebut, sebab hukuman cuma diberikan terhadap orang yg lakukan tindakan haram.
Bila seorang mendatangi dukun kemudian tanya berkenaan satu buah masalah juga ia membenarkan apa yg dikatakan oleh dukun tersebut & menjadikan perkataannya sbg acuan, sehingga ini satu buah kekufuran sebab membenarkan perkataan si dukun dalam perkara ghaib & wujud pendustaan kepada Al Qur’an, karena Allah Ta’ala berfirman (yg artinya), “Katakanlah : “tidak ada seorangpun di langit & di bumi yg mengetahui perkara yg ghaib, kecuali Allah”, & mereka tak mengetahui apabila mereka bakal dibangkitkan.” (QS. An Naml : 65)
Download Terjemahan Tafsir Ibnu Katsir 30 Juz Lengkap
Perihal ini sempat dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dimana dia tanya terhadap Ibnu Shayyad, “Apa yg saya sembunyikan buatmu?” Ibnu Shayyad bicara, “Ad dukh (asap)”. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bicara, “Diam anda! Anda tak lebih dari seseorang dukun.” (HR. Bukhari & Muslim)
Apabila satu orang mendatangi dukun dulu tanya bersama maksud membongkar kedustaan & kelemahannya. Faktor ini dianjurkan, bahkan sanggup jadi wajib hukumnya tepat kondisi
(saksikan Al Qoulul Mufiid Syarhu Kitaabit Tauhid karya Syaikh Ibnu ‘Utsaimin)
Termasuk Juga mendatangi dukun yakni membaca ramalan-ramalan zodiak yg ada terhadap majalah, koran, Televisi, & fasilitas yang lain. Hukumnya pula sama seperti mendatangi dukun dgn speksama seperti diterangkan Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah. Sehingga telah sepatutnya kita mesti berhati-hati sebab banyak sekali perihal seperti ini di lingkungan kita.
Satu masalah lain yg tak lepas dari dunia perdukunan merupakan sihir. sangat banyak orang yg tertipu sebab ketidak tahuannya. Dirinya menganggapnya karamah sama seperti yg diberikan terhadapwali-wali Allah, malah nyatanya itu ialah sihir-sihir yg dilakukan oleh wali-wali syetan.
Apakah itu sihir?
Satu Orang pakar bahasa Arab, Al Azhariy menyampaikan, “Sihir yaitu satu buah aksi yg mampu mendekatkan seorang kepada syaitan & mendapati bantuannya.” (Lisanul ‘Arab, 4/348)
Dalam kamus bahasa arab disebutkan pun bahwa sihir yakni sesuatu yg halus wujudnya & tidak tampak. (Al Mu’jam Al Wasith, 1/419)
Bagaimanakah kiat seseorang penyihir mendapat pertolongan dari syaitan?
- Diantara tukang sihir itu ada yg menempelkan mush–haf di ke-2 kakinya, setelah itu dia memasuki Kloset.
- Ada yg posting ayat-ayat Al Qur’an dgn kotoran.
- Ada serta yg posting ayat-ayat Al Qur’an dgnmemanfaatkan darah haidh.
- Pula ada yg posting ayat-ayat Al Qur’an di ke-2 telapak kakinya. Ada serta yg posting Surat Al Faatihah terbalik.
- Ada pula yg mengerjakan sholat tidak dengan berwudhu’.
- Ada yg masih dalam kondisi junub terus-menerus. Pula ada yg menyembelih binatang buat dipersembahkan pada syaitan dgn tak menyatakan nama Allah terhadap kala menyembelih, dulu membuang sembelihan itu ke sebuah ruang yg sudah ditentukan syaitan. &
- ada pula yg berkata dgn binatang-binatang & bersujud kepadanya.
- Juga ada serta yg posting mantra dgn lafazh-lafazh yg mengandungberaneka makna kekufuran.
(saksikan Sharimul Battar fit Tashaddiy Lissaharatil Asyrar karya Syaikh Wahid Badan Intelijen Negara ‘Abdussalam Baali)
Hukum menggali ilmu sihir
Allah Ta’ala berfirman (yg artinya), “…dan sesungguhnya mereka sudah mengetahui bahwa barangsiapa yg menukarnya (kitab Allah) dgn sihir itu, tidaklah ada keuntungan baginya di akhirat.” (QS. Al Baqarah : 102)
Sihir yakni tindakan haram sebagai salah satu dari aksi yg sanggup menyebabkan pelakunya ke luar dari agama Islam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam suatu hadits sempat menerangkan bahwa sihir yaitu salah satu dari tujuh perkara yg akan membinasakan pelakunya.
Tujuh perkara tersebut ialah, “(1) Syirik terhadap Allah,(2) sihir,(3) membunuh jiwa yg diharamkan oleh Allah kecuali bersama dikarenakan yg dibenarkan,(4) memakan riba, (5) memakan harta anak yatim,(6) lari dari medan perang, &(7) menuduh perempuan mukminah baik-baik sudah berzina.” (HR. Bukhari & Muslim)
Lihat Juga Kisah Dakwah Kiyai Aswaja NU
Resiko paling besar praktek perdukunan & sihir bagi ummat
tidak mau ada seseorang dukun & tukang sihir serta kecuali dirinya mengaku mengetahui perkara ghaib & menunjukkan perkara-perkara yg di luar kapabilitas manusia biasa. Mereka menamakan diri mereka denagn paranormal, padahal hakikatnya mereka yakni “ora normal / para tidak Normal.”
Sehingga sungguh mereka sudah berbuat syirik terhadap Allah bersama pernyatan mereka mengetahui perkara ghaib,lantaran tak ada yg sanggup mengetahui perkara ghaib kecuali Allah Ta’ala. Beliau berfirman dalam Kitab-Nya (yg artinya), “Tidak ada seorangpun di langit & di bumi yg mengetahui perkara yg ghaib kecuali Allah”, & mereka tak mengetahui jika mereka dapat dibangkitkan.” (QS. An Naml : 65)
Padahal syirik yaitu dosa yg tak dapat diampuni oleh Allah Ta’ala kecuali seandainya memang lah bertaubat. Allah Ta’ala berfirman (yg artinya), “Sesungguhnya Allah tak mau mengampuni dosa syirik,& Ia mengampuni segala dosa yg levelnya dibawah syirik bagi siapa yg Dikehendaki-Nya.” (QS. An Nisa’ : 48)
Mereka –para dukun– ialah syaitan-syaitan berwujud manusia. Bahkan sohib yg mulia ‘Abdullah Badan Intelijen Negara Mas’ud radhiyallahu ’anhu waktu menafsirkan firman Allah (yg artinya), “Dan demikianlah Kami jadikan bagi setiap nabi itu musuh, adalah syaitan-syaitan (dari kalangan) manusia & (dari kalangan) jin, sebahagian mereka membisikkan pada sebahagian lainnya perkataan-perkataan yg indah buat menipu (manusia).” (QS. Al An’aam : 112)
Dirinya radhiyallahu ‘anhu bicara, “Para dukun (& tukang sihir) yakni syaitan-syaitan (dari kalangan) manusia. (perhatikan Fathul Qadiir karya Asy Syaukani)
Syaikh ‘Abdul ‘Aziz Badan Intelijen Negara Nashir Ar Rasyid rahimahullah berikan rangkuman bahwa sesuatu yg diluar etika itu ada tiga macam :
– Mu’jizat yg berjalan terhadap para rasul & nabi
– Karamah yg berjalan kepada para wali Allah
– Tipuan setan yg berlangsung kepada wali-wali setan
(Disarikan dari At Tanbihaatus Saniyyah, 312-313).
Sedangkan buat mengetahui apakah itu karamah atau tipu daya setan pasti saja dgn kita mengenal sejauh mana keimanan & ketakwaan terhadap masing-masing orang yg memilikinya tersebut. Imam Syafi’i rahimahullah berbicara, “Apabila kalian menyaksikan seorang berlangsung diatas air atau terbang di hawa, sehingga jangan mempercayainya & tertipu dengannya hingga kalian mengetahuidengan cara apa beliau dalam mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (A’lamus Sunnah Al Manshurah)
Kaum muslimin yg mudah-mudahan selalu dirahmati Allah Ta’ala, sungguh betapa kita mesti waspada dalam tiap-tiap gerak-gerik kita. Sesudah kita tahu dapat bahayanya praktek perdukunan & sihirsehingga waktu ini tinggal kita menjaga diri kita biar tak terjerumus dalam dosa agung yg membinasakan. Yang Merupakan penutup renungkanlah firman Allah Ta’ala (yg artinya),
Padahal syirik yaitu dosa yg tak dapat diampuni oleh Allah Ta’ala kecuali seandainya memang lah bertaubat. Allah Ta’ala berfirman (yg artinya), “Sesungguhnya Allah tak mau mengampuni dosa syirik,& Ia mengampuni segala dosa yg levelnya dibawah syirik bagi siapa yg Dikehendaki-Nya.” (QS. An Nisa’ : 48)
Mereka –para dukun– ialah syaitan-syaitan berwujud manusia. Bahkan sohib yg mulia ‘Abdullah Badan Intelijen Negara Mas’ud radhiyallahu ’anhu waktu menafsirkan firman Allah (yg artinya), “Dan demikianlah Kami jadikan bagi setiap nabi itu musuh, adalah syaitan-syaitan (dari kalangan) manusia & (dari kalangan) jin, sebahagian mereka membisikkan pada sebahagian lainnya perkataan-perkataan yg indah buat menipu (manusia).” (QS. Al An’aam : 112)
Dirinya radhiyallahu ‘anhu bicara, “Para dukun (& tukang sihir) yakni syaitan-syaitan (dari kalangan) manusia. (perhatikan Fathul Qadiir karya Asy Syaukani)
Bagimanakah trick membedakan sihir dgn karamah wali?
Syaikh ‘Abdul ‘Aziz Badan Intelijen Negara Nashir Ar Rasyid rahimahullah berikan rangkuman bahwa sesuatu yg diluar etika itu ada tiga macam :
– Mu’jizat yg berjalan terhadap para rasul & nabi
– Karamah yg berjalan kepada para wali Allah
– Tipuan setan yg berlangsung kepada wali-wali setan
(Disarikan dari At Tanbihaatus Saniyyah, 312-313).
Sedangkan buat mengetahui apakah itu karamah atau tipu daya setan pasti saja dgn kita mengenal sejauh mana keimanan & ketakwaan terhadap masing-masing orang yg memilikinya tersebut. Imam Syafi’i rahimahullah berbicara, “Apabila kalian menyaksikan seorang berlangsung diatas air atau terbang di hawa, sehingga jangan mempercayainya & tertipu dengannya hingga kalian mengetahuidengan cara apa beliau dalam mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (A’lamus Sunnah Al Manshurah)
Penutup Hukum Seputar Dukun Atau Para Tidak Normal
Kaum muslimin yg mudah-mudahan selalu dirahmati Allah Ta’ala, sungguh betapa kita mesti waspada dalam tiap-tiap gerak-gerik kita. Sesudah kita tahu dapat bahayanya praktek perdukunan & sihirsehingga waktu ini tinggal kita menjaga diri kita biar tak terjerumus dalam dosa agung yg membinasakan. Yang Merupakan penutup renungkanlah firman Allah Ta’ala (yg artinya),
“Sesungguhnya syaitan itu ialah musuh (yg nyata) bagimu, sehingga jadikanlah beliau musuh(mu), sebab sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanyalah (mau) menggandeng golongannya biar mereka jadi penghuni nerakayg menyala-nyala” (QS. Faathir : 6)
Mudah-mudahan Allah Ta’ala selalu menjaga kita dari perbuatan-perbuatan yg mampu membinasakan kita baik di dunia ataupun di akhirat.
Allahul muwaffiq, wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ’ala aalihi wa shahbihi ajma’in.
Penulis : Hasim Ikhwanudin (Alumni Ma’had Al ‘Ilmi Yogyakarta)
Muroja’ah : Ustadz Afifi Abdul Wadud
Mudah-mudahan Allah Ta’ala selalu menjaga kita dari perbuatan-perbuatan yg mampu membinasakan kita baik di dunia ataupun di akhirat.
Allahul muwaffiq, wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ’ala aalihi wa shahbihi ajma’in.
Penulis : Hasim Ikhwanudin (Alumni Ma’had Al ‘Ilmi Yogyakarta)
Muroja’ah : Ustadz Afifi Abdul Wadud
Diringkas dan diedit seperlunya tanpa mengurangi keilmiyahannya oleh tim Pangandaran Share
Jangan lupa untuk turut menyebarkan kebaikan dengan membagikan link
Hukum Seputar Dukun Atau Para Tidak Normal
ini ke Facebook, Twitter, dan Google+ Anda. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Anda semua
Hukum Seputar Dukun Atau Para Tidak Normal
Reviewed by Pangandaran
on
16:27
Rating:
Reviewed by Pangandaran
on
16:27
Rating:


astagfirulloh , melakukan perbuatan sihir atau percaya terhadap dukun bisa menjadikan kita berada di kekufuran ,,
ReplyDeletena`udzubillah ..
iya benar , semoga kita selalu dalam Perlindunggan Allah dari Perkara tersebut , Amiin
DeleteBaarokallahu Fiikum,
Jangan lupa, untuk turut menyebarkan kebaikan dengan membagikan link ini ke Facebook, Twitter, dan Google+ Anda.
Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Kita semua.